Durian Palopo di Pare-pare

Sebenarnya hari itu tujuan kami adalah ke Pinrang, namun kami menginap di Pare-pare, sebuah kota pelabuhan di Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu dengan populasi Bugis terbanyak.

Sesampainya di hotel Permata Sari, saya dapat merasakan keramahan para petugas hotel, dan saat keluar mencari makan di sepanjang Jl. Sultan Hasanuddin pun kami tetap merasa aman meski bertiga perempuan semua.

Keluar pintu hotel dan berjalan ke arah laut, kami menjumpai para penjual durian di sepanjang jalan. Kata mereka, durian kecil-kecil ini dibawa dari kota lain, yakni Palopo.

Saat menanyakan harga, si bapak mengatakan Rp 25.000. Kami pun ngotot menawar Rp 10.000 karena lumayan kalau bisa makan duren enak dengan harga Rp 10.000 pikir kami. Setelah berdebat kecil-kecilan, kami pun bilang mau makan dulu dan nanti akan kembali ke situ.

Kami lanjut berjalan ke arah laut, sampai memasuki sebuah pasar tumpah. Maksud hati ingin makan seafood di pinggir pantai, ternyata tidak ada satu pun yang jual seafood di dalam pasar. Hanya ada penjual baju dan barang kebutuhan sehari-hari, juga mie goreng di sepanjang garis pantai.

Akhirnya kami keluar lagi dari pasar, dan ternyata ada beberapa rumah makan seafood di Jl. Sultan Hasanuddin. Kami memutuskan masuk ke salah satunya yang tampak ramai. Kalau ramai berarti enak pikir kami.

Dan benar dugaan kami; udang saos telur asin dan cumi gorengnya sangat nikmat! Cumi segar itu enak sekali meski tidak diberi bumbu sama sekali. Selain itu, sambalnya luar biasa pedas!

Rumah makan itu sepertinya tutup pukul 22.00 WITA, tetapi karena kami baru datang setengah jam sebelumnya, sang pemilik rumah makan pun menunggui kami sampai kami selesai makan.

Setelah itu, kami berjalan kaki kembali ke hotel, sambil berencana mampir makan durian di bapak yang tadi. Sesampainya di sana, kami kembali ngotot menawar durian itu Rp 10.000 satu buah. Beberapa lama kemudian, si bapak mengatakan bahwa harga Rp 25.000 itu adalah untuk 3 buah durian, bukan cuma satu.

Lalu kami serentak mengatakan, “Jadi 25.000 dapat 3? Bilang dong pak dari tadi. Jadi kan kita ga nawar!” Lalu si bapak tertawa, dan kami bisa makan durian enak 8.333 per biji…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s